Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Melalui Bercerita Dengan Media Wayang Kelompok B RA Perwanida 4 Palembang

  • Izza Fitri uin raden fatah palembang

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil kemampuan berbahasa melalui bercerita dengan media wayang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas menggunakan dua siklus. Penelitian ini menggunakan adaptasi dari desain Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri atas empat tahap untuk setiap siklus, yaitu:  perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 18 anak di kelompok B RA Perwanida 4 Palembang. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara diskriptif kualitatif dan kuantitatif. Indikator keberhasilan dari penelitian ini adalah apabila persentase kemampuan berbahasa anak mencapai≥75%. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berbahasa melalui bercerita dengan media wayang dapat meningkat, dibuktikan dengan rata-rata skor kemampuan berbahasa pra-siklus dengan rata-rata TCP kelompok B sebesar 26,88. Setelah diberikan tindakan kegiatan bercerita melalui media wayang pada siklus I meningkat sebesar 9,06 sehingga rata-rata TCP kemampuan berbahasa anak menjadi 35,94. Selanjutnya pada siklus II setelah diberikan tindakan bercerita melalui media wayang meningkat sebesar 8,5 dari siklus I, sehingga rata-rata TCP anak memperoleh skor 44,44 dengan kategori berkembang sangat baik. Sehingga pemberian Tindakan bercerita dengan media wayang ini dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak.

 

 

Keywords: Kemampuan Berbahasa, Bercerita, Media Wayang

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aqib, Z. (2006). Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru. Yrama Widya.

Bawono, Y. (2017). Kemampuan berbahasa pada anak prasekolah : Sebuah kajian pustaka. Prosiding Temu Ilmiah X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia, 116–125.

Chaer, A. (2009). Sosiolinguistik. Rineka Cipta.

Eliyawati, C. (2005). Pemilihan dan Pengembangan Sumber Belajar untuk Anak Usia Dini. Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan, dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.

Fadlillah, M. (2014). Desain Pembelajaran PAUD. Ar-Ruzz Media.

Gregory, R. J. (1996). Psychological Testing : History, Principles and Applications. Ally & Bacon, A Simon & Schuster Company.

Masitah, W., & Hastuti, J. (2016). Meningkatkan Kemampuan Bahasa Melalui Metode Bercerita dengan Menggunakan Media Audio Visual di Kelompok B RA Saidi Turi Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang. Intiqad: Jurnal Agama Dan Pendidikan Islam, 8(2), 120–146. https://doi.org/10.30596/intiqad.v8i2.733

Meilan Tri Wuryani1), Endang Sri Markamah2), M. I. S. (2008). Penggunaan Media Wayang Kartun Untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Dongeng. Wayang Kartun, Keterampilan Menyimak Dongeng, Pembelajaran Bahasa Indonesia., 04, 1–5.

Peraturan Menteri Pendidikan Republik Indonesia Nomor 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini. (n.d.).

Semiawan, cooney R. (2016). Belajar dan Pembelajaran Prasekolah dan Sekolah Dasar. PT. Indeks.

Setyawan, F. H. (2016). Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini Melalui Model Pembelajaran Audio Visual Berbasis Android. Jurnal PG-PAUD Trunojoyo, 3(2), 92–98.

Undang-undang nomor 20 tahun 2003 pasal 1 tentang sistem pendidikan anak usia dini. (n.d.).

Undang-undang Nomor 2003 Pasal 1 Butir 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (n.d.).

Weisberg, D. S., Zosh, J. M., & Hirsh-pasek, K. (2013). Talking It Up PLAY , LANGUAGE AND THE ROLE OF ADULT SUPPORT. American Journal of Play, 6(1), 39–54.

Published
2020-12-10
Abstract viewed = 8 times
pdf downloaded = 19 times