PEMBINAAN KEPRIBADIAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN BINAUL UMMAH KELURAHAN CIPARI KECAMATAN CIGUGUR KABUPATEN KUNINGAN (STUDI DESKRIPTIF HALAQOH TARBAWIYYAH)

  • Sopian Asep Nugraha STKIP Muhammadiyah Kuningan

Abstract

Latar belakang penelitian ini muncul dari rasa penasaran penulis yang melihat bahwa banyaknya santri sikap dan keprbadianya belum sesuai dengan hasil dan tujuan halaqoh tarbiyah di pondok pesantren Binaul Ummah Kuningan. Sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini dan guna mengetahui proses pembinaan kepribadian pada kegiatan halaqoh tarbawiyyah dipondok pesantren Binaul Ummah Kuningan. Penelitian dilakukan di pondok pesantren Binaul Ummah Kuningan dengan memakai jenis penelitian kualitatif yaitu mengungkap dan mendeskripsikan kenyataan-kenyataan yang ada di lapangan secara benar dan otentik penelitian dilakukan dengan pendekatan pedagogis, pendekatan normatif teologis,dan pendekatan psikologis. Adapun instrumen penelitian yang dipakai adalah pedoman observasi, pedoman interviu, dan pedeoman dokumentasi. Fakta di lapangan menunjukan bahwa upaya-upaya yang dilakukan  pendidik (murobi) dalam pembinaan kepribadian santri yaitu: dengan menanamkan pembiasaan kepada peserta didik (mutarobi) untuk melaksanakan kegiatan halaqoh. Selanjutnya metode keteladanan, nasihat dan motivasi agar peserta didik melakukan kepribadian muslim sebagaimana yang sudah dikaji. Dalam melaksanakan peran pembinaan kepribadian santridi temukan faktor pendukung, yaitu: tekad dan semangat murobi, sinergitas seluruh komponen pondok pesantren. Kemudian faktor penghambat yaitu: kurangnya semangat murobi, sebagian murobi yang tidak kompeten dan waktu pelaksanaan yang tidak kondusif. Solusi yang diambil untuk mengantisipasi hambatan-hambatan yang ada adalah: melakukan evaluasi, motivasi dan pembinaan bagi murobi-murobiyah agar kembali terbangun semangat mendidik, melakukan rotasi murobi sesuai dengan kapabilitas dan komptensi yang dimiliki oleh murobi, melakukan rapat internal seluruh pengelola dan penanggung jawab halaqoh mengenai waktu pelaksanaan agar efektif, sistem yang harus diperkuat dipertegas disesuaikan dengan keadaan santri di pondok.

Keywords: Pembinaan, Kepribadian Santri, Halaqoh Tarbawiyah

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abu Ghuddah, A. F. (2012). 40 Metode Pengajaran dan Pendidikan Rasulullah saw. (M. Zoemeni, Ed.). Bandung: Irsyad Baitus Salam.
Alifa. (2018). Wawancara dengan Santri Tentang Keadaan Murobi dan Hasil yang Dirasakan dari Kegiatan Halaqoh.
Alwan. (2018). Wawancara dengan Santri Tentang Keadaan Murobi dan Hasil yang Dirasakan dari Kegiatan Halaqoh.
An-Syadilie, M. (2017). Konsep Pendidikan Perdpektif Al-Qur’an (Kontemplasi Filosofis Tafsir Tarbawi). Yogyakarta: Pioner Semesta.
Desmita. (2009). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Fatimah, S., & Thowil, M. (2014). Faktor - faktor Penyebab Kenakalan Remaja di Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul, 4(2), 87–95.
Hadi, S. L. (2010). Menggairahkan Perjalanan Halaqoh. Yogyakarta: Pro-U Media.
Hanif, Ridwan, U. (2018). Wawancara dengan Santri Tentang Keadaan Murobi dan Hasil yang Dirasakan dari Kegiatan Halaqoh.
Hasibuan, Y. (2017). Konsep Kepribadian Muslim Menurut Syeikh Taqiyyudin An-Nabhani. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. https://doi.org/10.15713/ins.mmj.3
Hidayatullah, D. (2018). Wawancara Tentang yang Dirasakan Masyarakat Sekitar Pondok dari Kegiatan Halaqoh Santri.
Himi, D. (2018). Wawancara dengan Santri Tentang Keadaan Murobi dan Hasil yang Dirasakan dari Kegiatan Halaqoh.
Megasari, R. (2014). Pendidikan Untuk Meningkatan Kualitas, 2, 636–648.
Mubarok, D. (2018). Wawancara dengan Masyarakat Tentang yang Dirasakan Masyarakat Sekitar Pondok dari Kegiatan Halaqoh Santri.
Nizar, S. (2013). Sejarah Islam dan Dinamika Intelektual Pendidikan islam di Nusantara. Jakarta: Kencana.
Nursyahbani, B. (2018). Wawancara dengan Santri Tentang Keadaan Murobi dan Hasil yang Dirasakan dari Kegiatan Halaqoh.
Nuryamin. (2018). Wawancara dengan Ustadz Tentang Keadaan Halaqoh di Ponpes Binaul Ummah Kuningan. Kuningan.
Oktawati, W. (2003). Kenakalan Remaja di Desa Sungai Paku (Studi Kasus SMP 04 Kampar Kiri Kabupaten Kampar). Jom FISIP, 4(1), 1–13.
Pelani, I. (2018). Wawancara dengan Kepala Pengasuhan Santri Tentang Keadaan Halaqoh Tarbiyah. Kuningan.
Pelani, I. (2018). Wawancara dengan Kepala Pengasuhan SantriTentang Keadaan Ponpes Binaul Ummah Kuningan.
Ridha, R. (2015). Reamaja dan Permasalahannya.
Sabilul, Sabiq, H. (2018). Wawancara dengan Santri Tentang Keadaan Murobi dan Hasil yang Dirasakan dari Kegiatan Halaqoh.
Sucipto, A. (2018). Wawancara dengan Ustadz Tentang Keadaan Halaqoh di Ponpes Binaul Ummah Kuningan.
Sulthan. (2018). Wawancara dengan Santri Tentang Keadaan Murobi dan Hasil yang Dirasakan dari Kegiatan Halaqoh.
Sumara, Dadan, dkk. (2017). Kenakalan remaja dan penanganannya. Penelitian Dan PPM, 4(ISSN: 242-448X), 129–389.
Taufiq, A. (2018). Wawancara dengan Pimpinan Pondok Tentang Proses Kegiatan Halaqoh di Ponpes Binaul Ummah Kuningan.
Ulfah, M. (2007). Peran Persepsi Keharmonisan Keluarga Dan Konsep Diri Terhadap Kecenderungan Kenakalan Remaja. Universitas Gajah Madja.
Published
2022-04-22
Abstract viewed = 19 times
PDF downloaded = 14 times